Minggu, 24 Januari 2010

Posting saya kali ini tentang strategi konseling self management, ini terdorong oleh banyaknya teman-teman dilapangan yang rupanya agak kesulitan dalam mencari literatur mengenai teknik konseling, berikut adalah materi bacaan yang saya rasa lebih simple karena sudah dirangkum, sehingga teman-teman tidak perlu lagi mencari buku, karena memang buku yang khusus membahas mengenai strategi konseling jarang tersedia di pasaran.

STRATEGI SELF MANAGEMENT
Self-management adalah suatu proses di mana klien mengarahkan perubahan tingkah laku mereka sendiri, dengan menggunakan satu strategi atau kombinasi strategi. Klien harus aktif menggerakkan variabel internal, eksternal untuk melakukan perubahan yang diinginkan. Walaupun konselor yang mendorong dan melatih prosedur ini, klienlah yang mengontrol pelaksanaan strategi ini
Ada tiga macam strategi self-management yaitu : self-monitoring, stimulus-control dan self-reward.



Self-monitoring
Self-monitoring adalah upaya klien untuk mengamati diri sendiri, mencatat sendiri tingkah laku tertentu (pikiran,perasaan dan tindakan) tentang dirinya dan interaksinya dengan peristiwa lingkungan. Stimulus Control adalah merancang sebelumnya antesedent atau isyarat pedoman / petunjuk untuk menambah atau mengurangi tingkah laku. Self Reward adalah pemberian hadiah pada diri sendiri, setelah tercapainya tujuan yang diinginkan.

Self-monitoring adalah suatu proses di mana klien mengamati dan mencatat hal-hal tentang diri mereka dan interaksi mereka dengan situasi lingkungan
langkah-langkah self-monitoring
Rasional
Berisi tujuan dan overview (gambaran singkat)
Prosedur strategi
Discrimination of response observation
1. Memilih target respons yang akan dimonitor
jenis respons
kekuatan / valensi respons
jumlah respons
2. Mencatat respons
a. Saat mencatat / timing mencatat
mencatat sebelum kemunculan perilaku digunakan untuk mengurangi respons.
Mencatat sesudah kemunculan perilaku digunakan untuk menambah respons
mencatat dengan segera
mencatat ketika tidak ada respons-respons lain yang menganggu pencatatan / perencanaan
b. Metode mencatat :
menghitung frekuensi, mengukur lamanya, mencatat terus menerus / kontinu, waktunya acak / sembarang / sampling
c. Alat mencatat :
Portable seperti tusuk gigi, kerikil, Accessible seperti tanda-tanda , bintang
3.Membuat peta suatu respons
Membuat peta atau grafik dari jumlah perolehan keseharian yang tercatat
4.Display of data
Memberitahukan kepada orang-orang untuk mendapatkan dukungan lingkungan
5.Analisa data
Ketepatan intepretasi data
Pemahaman tentang hasil evaluasi diri dan dorongan diri

Stimulus Control
Stimulus control adalah penyusunan / perencanaan kondisi-kondisi lingkungan yang telah ditentukan sebelumnya, yang membuat terlaksananya / dilakukannya tingkah laku tertentu. Kondisi lingkungan berfungsi sebagai tanda / anteseden dari suatu respons tertentu. Dengan kata lain anteseden merupakan suatu stimulus untuk suatu respons tertentu.
Contoh : Kebanyakan dari kita secara otomatis akan memperlambat, meletakkan kaki kita pada rem dan menghentikan kendaraan bila kita melihat lampu merah (traffic light). Lampu merah merupakan stimulus yang telah mengontrol kita menghentikan mobil.
Tingkah laku problem terjadi karena ketidak sesuaian stimulus control.
Contoh : Dalam kasus kegemukan (obesitas). Respon makan orang kegemukan banyak berhubungan dengan petunjuk lingkungan (stimulus) :
-Meja makan ----------- makan
-Berjalan kedapur -------- makan
-Nonton T.V ---------- makan
-Berjalan ke kulkas ------ makan
-Berhenti di rumah makan -------- makan
Dalam kasus ini tujuan utama dari strategi stimulus control adalah ---- mengurangi jumlah petunjuk / tanda / syarat yang berhubungan dengan suatu yang tidak diinginkan dan secara simulton menambah syarat / petunjuk antisiden yang dihubungkan dengan respon yang diinginkan.
Contoh :
A. Stimulus control untuk mengurangi perilaku problem : mengurangi berat badan ( makan berlebihan ).
-Beri tanda pada satu piring untuk makan semua jenis makan dan camilan
Jangan makan ketika membaca
-Membeli makanan yang tidak berlemak
-Susun kembali almari makan dan kulkas supaya makanan kecil tidak mudah diambil
-Simpan makanan di tempat tertutup
-Atur makanan dipiring dan letakkan didapur, jangan di meja makan
-Pakai piring / mangkok yang lebih kecil agar makanan tampak lebih banyak
B. Stimulus control untuk menambah jumlah perilaku. Menambah pikiran positif tentang kemampuan dalam matematika.
1. Buat sedikitnya 1 (satu) isyarat sebagai anteseden untuk pikiran positif, Misal : meletakkan pita / plester diatas arlojinya
2. Membuat daftar beberapa pikiran positif tentang matematika. Tiap pikiran positif dapat ditulis pada sebuah kertas yang dapat dibawa klien
Suruh klien membaca / memikirkan pikiran positif pada kartu / kertas tersebut setiap saat ia melihat arlojinya. Suruh dia mencari kesempataan untuk melihat arlojinya sesering mungkin dan selanjutnya mengkonsentrasikan pada satu pikiran positif ini
Ketika klien sampai dengan suatu saat dimana secara otomatis memikirkan pikiran positif setelah melihat arlojinya buat syarat lain misal : melihat tanda O pada buku matematika, setiap saat ia membaca buku matematika dan melihat tanda O ia dapat menggunakan isyarat ini untuk berkonsentrasi pada pikiran positif lainnya.
Ia dapat memperhatikan stimulus –control lebih banyak dengan menggunakan tanda / isyarat lain. Misal : menaruh daftar pikiran positif pada cermin , pintu kamar mandi – kamar tidur dan sebagainya.


Self – Reward
Self – reward digunakan untuk memperkuat atau menambah respons yang diinginkan. Self reward berfungsi memepercepat target tingkah laku.
Ada 4 komponen yanag merupakan bagian integral dari prosedur self reward yang efektif.
1.Pemilihan hadiah yang memadai yaitu; hadiah bersifat mendidik, gunakan hadiah yang terjangkau, gunakan beberapa hadiah, gunakan bermacam jenis (verbal, material, mutakhir, pontensial dsb), tukar hadiah bila tidak cocok.
2.Pengadaan hadiah; klien sendiri yang menentukan kelayakan respon yang ditargetkan. Tentukan sendiri seberapa banyak yang akan dilakukan dalam hubungan dengan hadiah yang telah dipilih.
3.Pengaturan waktu Self – Reward, hadiah harus dilakukan sesudahnya, bukan sebelum tingkah laku, hadiah harus disegerakan, hadiah harus mengikuti perubahan, bukan janji-janji
4.Rencana untuk mempertahankan pengubahan diri, cari bantuan orang lain untuk sharing atau menyalurkan hadiah, tinjauan data dengan konselor

Tentang strategi yang lain... tunggu di posting berikutnya..!


1 komentar:

Ragil Cahya Maulana mengatakan...

salam blogging!